TERLAMBAT NUTUP, PINTU KERETA API PEJAGOAN NYARIS MAKAN KORBAN
Kebumen - Terlambat menutup, pintu perlintasan kereta api nyaris makan korban. Kejadian ini di Soka lama, Pejagoan Kebumen menuju Klirong dan Petanahan. Seorang anak remaja yang tengah melintas di jalur perlintasan Soka lama itu nyaris tersambar kereta yang melaju cepat dari arah barat kalau tidak ditarik oleh Bapak-bapak yang hendak melintas bersamaan tetapi batal karena melihat ada kereta datang. Dengan cekatan Bapak itu menarik paksa anak remaja yang sudah berada di rel kereta api. Dua orag itu melintas karena pintu perlintasan kereta api tidak menutup saat kereta api hendak melintas. Pintu perlintasa baru menutup setelah separuh gerbong kereta berjalan melintasi pintu. “Kereta api yang nyaris menyambar remaja ini adalah kereta pembawa barang, melintas di persimpangan Soka lama pada pukul 20.00 WIB (2/8).” Tutur Deden, saksi mata yang menyaksikan langsung kejadian ini saat mau pulang dari alun-alun Kebumen. Di lokasi itu terdapat Pos Penjaga, tetapi selalu kosong, diperkirakan otomasi pintu Soka lama dikendalikan dari Stasiun Pejagoan yang berjarak + 100 meter dari jalur ini.
Keterlambatan pintu menutup saat kereta melintas, dapat menyebabkan kecelakaan fatal. Kejadian ini perlu menjadi evaluasi buat kita (pengguna jalan) maupun orang lain. Sekaligus perlu menjadi catatan untuk PJKA. Hal ini perlu agar kita menjaga keselamatan pada saat mau melitas palang kereta. Meskipun di situ terdapat palang pintunya bukan berarti aman untuk melintas. “Sebagai tanda, bila lampu di tiang perlitasan menyala merah itu tandanya ada kereta akan melintas, meskipun palang pintu belum menutup. Satu lagi untuk menjaga keselamatan bila melintasi pintu kreta api minimal membunyikan klakson” Himbau Deden.
Deden menghimbau demikian karena ia mengaku melihat kejadian secara langsung saat kereta api melintas dan pintunya tidak menutup. Deden berharap kepada petugas PJKA agar benar-benar mengontrol atau mengecek fasilitas otomasi pintu perlintasan kereta api di Soka lama Pejagoan Kebumen dan perlintasan yang lain agar tidak memakan korban. (BRAM)
0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !